POTENSI SENYAWA ORGANIK TIDAK TER-ION DALAM MENGURANGI KELARUTAN BESI (FE) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS TANAH SAWAH BUKAAN BARU



DOI: https://doi.org/10.25077/js.2.1.40-49.2005

Herviyanti Hariyanti *  (Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang)
Asmar Asmar

(*) Corresponding Author

Abstract


The research about potency of non-ionic organic compounds to decrease the dissolved iron (Fe) and to increase productivity of recently used ricefield had been conducted from August 2004 till January 2005. The objective was to study the effect of non-ionic organic compounds applied to control Fe and to increase rice production on recently used ricefield. The experiment used completely randomized design with four treatments and three replications. The treatments were consisted of four levels of non-ionic organic compounds (polysaccaride), those were 0, 75, 150, and 225 ppm. The result of this study showed that the effect of non ionic-organic compounds (polysacaride) at 225 ppm could reduce solubility of Fe2+ from 302,67 to 126,67 ppm for 30 days flooded. The yield of the rice (dry weight of grain and percentage filled out of grain) increased as much as 2,95 g dan 35 % with effect of polysaccaride at 225 ppm.

Key words : non-ionic organic compounds, polysaccaride, recently used ricefield, flooded.
Copyright (c)


Full Text:

PDF

References


Ahmad, F. 1990. Ameliorasi sawah bukaan baru dengan pupuk alam organik. Dalam prosiding Pengelolaan Sawah Bukaan Baru Menunjang Swasembada Pangan dan Program Transmigrasi di Padang. Fakultas Pertanian Universitas Eka Sakti Padang dan Balitan Sukarami Solok. Halaman 193 197.

Burbey dan A. Taher. 1993. Pengelolaan lahan sawah bukaan baru untuk budi daya padi. Dalam Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III Jakarta/Bogor 23-25 Agustus 1993. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Halaman 799 809.

Hakim, N., M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A. Diha, G.B. Hong, dan H.H. Bailey. 1986. Dasar-dasar ilmu tanah. Universitas Lampung. 488 halaman.

Herviyanti. 1993. Pengaruh senyawa organik tidak terion terhadap ketersediaan hara P Oxisol. Tesis Pascasarjana KPK IPB-UNAND. Padang.79 halaman.

Huang, P.M, dan M. Schnitzer. 1997. Interaksi mineral dengan organik alami dan mikroba. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.Halaman 40 141.

Iskandar, D. 2004. Evaluasi kesuburan tanah pada berbagai penggunaan lahan di Sitiung IV Kec. Sungai Rumbai Kab. Dharmas Raya. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang. 77 halaman.

Noor, M. 1996. Padi lahan marjinal. Penebar Swadaya. Jakarta. 213 halaman.

Ryan, J.G. Estefan and A. Rashid. 1999. Soil and plant analysis laboratory manual. 2nd edition. International Center for Agriculture Research in Dry Area (ICARDA) and National Agrculture Research Center, Islamabad. Pakistan. Paper page 139-142.

Sanchez, Pedro A. 1993. Sifat dan pengelolaan tanah tropika. Jilid 2. ITB. Bandung. 273 halaman.

Sarwani, M., A. Jumberi, A. Noor. 1993. Meningkatkan produksi padi di lahan sawah keracunan besi di Kalimantan Selatan. Dalam Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III Jakarta/Bogor 23-25 Agustus 1993. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Halaman 461 475.

Situmorang R. dan U. Sudadi. 2001. Bahan Kuliah Tanah Sawah. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. 105 halaman.

Stevenson, F.J. 1994. Humus chemistry, genesis, composition, reactions. A Wiley-Interscience & Sons. New York. 496 paper page.

Tan, Kim H. 1998. Dasar-dasar Kimia Tanah. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 295 halaman.

Taher, A., dan M.H. Abbas. 1990. Pengelolaan sawah bukaan baru menunjang pelestarian swasembada pangan dan program transmigrasi. Sebuah ulasan. Dalam Prosiding Pengelolaan Sawah Bukaan Baru Menunjang Swasembada Pangan dan Program Transmigrasi di Padang. Fakultas Pertanian Universitas Eka Sakti Padang dan Balitan Sukarami Solok. Halaman 21 29.

Taher A. dan Burbey. 1993. Pengelolaan lahan sawah bukaan baru untuk budi daya padi. Dalam Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III Jakarta/Bogor 23-25 Agustus 1993. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Halaman 799 809.

Team 4 Architects and Consulting Engineers bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Andalas. 1981. Survey Tanah dan Kesesuaian Lahan Balittan Sukarami. Laporan Sumatera Reasearch Project. 497-063. Padang. 153 halaman.

Wiralaga, Ali Y.A, AM. Lubis, MA. Pulung, N. Hakim dan Y. Nyakpa. 1988. Kimia tanah. Badan Kerjasama Ilmu Tanah BKS-PTN/USAID (University of Kentucky). Halaman 93 354.

Yandianto. 2003. Bercocok tanam padi. M2S. Bandung. 84 halaman.

Yardha dan A.Yusuf. 1993. Toleransi tiga varietas padi sawah terhadap keracunan besi. Buletin Pertanian Volume 12. No.3. Halaman 23 25.

Yusuf, A, S. Djakamihardja, G. Satari & S.D. Sutami. 1990. Pengaruh pH dan Eh terhadap kelarutan Fe, Al, dan Mn pada lahan sawah bukaan baru jenis Oxisol sitiung. Dalam Prosiding Pengelolaan Sawah Bukaan Baru Menunjang Swasembada Pangan dan Program Transmigrasi di Padang. Fakultas Pertanian Universitas Eka Sakti Padang dan Balitan Sukarami Solok. Halaman 247 257.


StatisticsArticle Metrics

This article has been read : 480 times
PDF file viewed/downloaded : 25 times

Copyright (c)



ISSN: 2356-0835