APLIKASI UNSUR MIKRO PADA PADISAWAH INTENSIFIKASI YANG DIBERI PUPUK ORGANIK TITONIA PLUS PADA METODE SRI

Nalwida Rozen, Nurhajati Hakim, Gusnidar Gusnidar

Abstract


Penggunaan pupuk sintetik merupakan faktor penentu produksi terbesar, tetapi harganya makin mahal, sehingga menjadi masalah nasional. Oleh karenanya, pupuk alternatif harus ditemukan, salah satunya adalah POTP. Pupuk organik titonia plus (POTP) dapat mengurangi aplikasi pupuk sintetik hingga 50% dalam meningkatkan hasil padi pada sawah bukaan baru di Dharmasraya, serta sawah intensifikasi di Padang, Solok, dan di Tanah Datar. Akan tetapi, hasil padi pada sawah intensifikasi dengan POTP tersebut masih sekitar 6 ton/ha, pada hal hasil optimal yang diharapkan dengan POTP sekitar 8 ton/ha. Hal itu diduga akibat adanya gejala kekurangan unsur hara mikro. Unsur hara mikro apa yang diperlukan dalam pembuatan POTP belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah: untuk melengkapi formula POTP dengan unsur hara mikro untuk mengurangi aplikasi pupuk sintetik hingga 50% pada sawah intensifikasi dengan target hasil gabah sekitar 8 ton/ha. Hasil penelitian sebelumnya didapatkan 3 kombinasi Mn dan Zn yang ditambahkan dalam pembuatan POTP. Tiga formula POTP tersebut telah diteliti di lapangan pada dua lokasi sawah intensifikasi di kota Padang. Hasilnya formula POTP+3,0kgMn/ha+0kgZn/ha dan POTP+3,0kgMn/ha+3,0kgZn/ha dan POTP+4,5kgMn+6kgZn dapat diaplikasikan ke sawah, untuk diuji multi lokasi di kabupaten Solok dan Tanah Datar. Perlakuan yang dilakukan pada dua lokasi tersebut adalah POTP+3,0kgMn/ha+0kgZn/ha, POTP+3,0kgMn/ha+3,0kgZn/ha, POTP+4,5kgMn+6kgZn, POTP saja, dan 100% pupuk sinntetik. Rancangan yang digunakan berupa rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 kelompok. Hasil terbaik yang telah dilakukan pada sawah intensifikasi di Kabupaten Tanah Datar dan Solok adalah formula POTP+3kgMn/ha+3kgZn/ha serta POTP+3kgMn/ha+3kgZn/ha. Penambahan unsur mikro memberikan peningkatan hasil sebanyak 3,8 15%.
Kata kunci: padi, unsur hara mikro, dan POTP

Full Text:

PDF

References


Asman, A., N. Hakim dan Agustian. 2008. Pemanfaatan agen hayati dalam budidaya titonia pada Ultisol. Jurnal Tanah dan Lingkungan IPB Bogor. Vol. 10 No.2: 60-65.

Balai Penelitian Tanah, 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. http//balittanah.litbang.deptan.go.id. 283 hal. BPS, 2012. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Indonesia 2007-2011. bps.co.id.

Cochran, W. G. and G. M..Cox. 1957. Experimental Designs. Second ed. John Wileyy & Sons. New York.

Gusnidar. 2007. Budidaya dan Pemanfaatan Tithonia diversifolia untuk Menghemat Pemupukan N, P dan K Padi Sawah Intensifikasi (Disertasi). Padang. Doktor Program Pascasarjana UNAND. 256 hal.

Hakim, N. M.Y. Nyakpa., A. M. Lubis., S.G. Nugroho., M .A. Diha., G.B. Hong., dan

H. H. Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. 488 hal.

Hakim, N. 2002. Kemungkinan penggunaan Tithonia diversifolia sebagai sumber bahan organik dan unsur hara. Lembaga Penelitian Unand. Padang. Jurnal Andalas, Bidang Pertanian. No.38 halaman 80-89.

Hakim, N., Novalina,. M. Zulfa,. and Gusmini. 2003. A potential of Tithonia (Tithonia diversifolia) for substitution NK-commercial fertilizer for several crops in Ultisols. Paper presented at AFA 9th International Annual Confernce. Held on 28-30th January 2003 in Cairo Egypt.

Hakim, N., dan Agustian. 2003. Gulma Tithonia dan pemanfaatannya sebagai sumber bahan organik dan unsur hara untuk tanaman hortikultura. Laporan Penelitian Tahun I Hibah Bersaing XI/I. Proyek Peningkatan Penelitian Perguruan Tinggi DP3M Ditjen Dikti. Lembaga Penelitian Unand. Padang.

Hakim, N., dan Agustian,. Oksana., E.Fitra., and R. Zamora. 2004. Amelioration of acid soil infertility by (Tithonia diversifolia) green manure and lime application. Proceeding 6th International Symposium Plant-Soil Interaction at low pH (PSILPH) on 1-5 August 2004 in Sendai Japan. pp 366-367.

Hakim, N., dan Agustian 2004. Budidaya gulma Tithonia dan pemanfaatannya sebagai bahan substitusi pupuk buatan untuk tanaman hortikultura di lapangan. Laporan Penelitian Tahun II. Hibah Bersaing XI/II. Proyek Peningkatan Penelitian Perguruan Tinggi DP3M Ditjen Dikti. Lembaga Penelitian Unand. Padang.

. 2005a. Cultivation of (Tithonia diversifolia) as asources of organic matter and plant nutrients. In Plant Nutrion for food security, human health and environmental protection. Proceeding 15th International Plant Nutrition Colloquium on 14-19 September, 2005. Tsinghua University Press. Beijing-China.. pp 996-997.

. 2005b. Budidaya Tithonia dan pemanfaatannya dalam usaha tani tanaman hortikultura dan tanaman pangan secara berkelanjutan pada Ultisol. Laporan Penelitian Tahun III Hibah Bersaing XI/III. Proyek Peningkatan Penelitian Perguruan Tinggi DP3M Ditjen Dikti. Lembaga Penelitian Unand. Padang.

Hakim, N., Agustian., dan Hermansah. 2007. Pemanfaatan agen hayati dalam budidaya dan pengomposan Tithonia sebagai pupuk alternatif dan pengendali erosi pada Ultisol. Laporan Penelitian Hibah Pasca Tahun I. DP2M Dikti dan Lembaga Peneltian Unand. Padang.

. 2008. Pemanfaatan agen hayati dalam budidaya dan pengomposan Tithonia sebagai pupuk alternatif dan pengendali erosi pada Ultisol. Laporan Penelitian Hibah Pasca Tahun II. DP2M Dikti dan Lembaga Peneltian Unand. Padang.

Hakim, N., Agustian., Y. Mala. 2009a. Tithonia compost as a soil amendment for inproving soil fertility and maize grain yield in Ultisol. Proceeding of the 7th International Symposium on Plant-Soil Interaction at Low pH. SCUT Press. Guangzhou, China 2009. pp 228-230.

Hakim, N., Agustian., Y. Mala. 2009b. Pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik Tithonia plus dalam penerapan metode SRI pada sawah bukaan baru. Laporan Hasil Penelitian KKP3T Tahun I. LP Unand dan Balitbangtan Deptan.Padang. 46 hal.

Hakim, N., N. Rozen., Y. Mala. 2010. Uji multi lokasi pemanfaatan pupuk organik Tithonia plus untuk mengurangi aplikasi pupuk sintetik dalam meningkatkan hasil padi dengan metode SRI. Laporan Hasil Penelitian Hibah Stranas Tahun I. DP2M Dikti dan LP Unand Padang.46 hal.

. 2011. Uji Multi Lokasi Pemanfaatan Pupuk Organik Tithonia plus Untuk Mengurangi Aplikasi Pupuk sintetik Dalam Meningkatkan hasil padi dengan Metode SRI. Laporan Hasil Penelitian Hibah Stranas Tahun II. DP2M Dikti dan LP Unand, Padang.47 hal.

Hakim, N., Agustian., Y. Mala. 2012. Aplication of organic Tithonia plus to control iron toxicity and to reduce commercial fertilizer application on new pady field. Journal of Tropical Soil Vol 17.No2. :135-142.

Hakim, N., N, Rozen., dan Jamilah. 2014. Kebutuhan unsur mikro untuk meningkatkan hasil padi sawah intensifikasi yang diberi pupuk organik titonia plus. Laporan Hasil Penelitian Hibah Stranas Tahun I. DP2M Dikti dan LPPM Unand, Padang.

Hanafiah, K. A. 2007. Dasar Dasar Ilmu Tanah. PT. Rajagrafindo Persada.Jakarta.

Hardjowigeno S., H. Subayo, L. Rayes. 2010. Morfologi dan Klasifikasi Tanah Sawah. //balittanah.litbang.deptan.go.id. 28 hal.

Jama, B. A., C.A. Palm., R. J. Buresh., A. I. Niang; C. Gachengo., G. Nziguheba., and B.Amadalo. 2000. Tithonia diversifolia as a green manure for soil fertility improvement in Western Kenya : a review. Agroforestry Systems. 49; 201-221.

Marschner, H. 1990. Mineral Nutrition of Higher Plants. Academic Press.London.

Murphy, L. S., and L. M. Walsh. 1972. Correction of Micronutrient Deficiencies with Fertilizers. In Morvedt, J. J. Eds . Micronutrients in Agriculture. Soil Sci. Soc. Amer. Inc. Madison, Wisconsin USA. pp 347-388.

Nyakpa .M.Y., A.M. Lubis, M.A. Pulung, A.G. Amrah, G.B Hong, dan N. Hakim. 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung. Lampung 258 hal.

Rinsema, W.T. Diterjemahkan oleh H.M Saleh. 1986. Pupuk dan Cara Pemupukan 2. Bharatara Karya Aksara. Jakarta.

Rosmarkam, A. dan N.W. Yuwono. 2001. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.

Rozen, N dan Gusnidar. 2015. Kebutuhan unsur mikro untuk meningkatkan hasil padi sawah intensifikasi yang diberi pupuk organik titonia plus. Laporan Hasil Penelitian Hibah Stranas Tahun II. DP2M Dikti dan LPPM Unand, Padang.

Rutunga, V.; N. K. Karanja; C. K. K. Gachene; and C. A. Palm.1999. Biomass production and nutrient accumulation by Tephrosia vogelli and Titonia diversifolia fallows during six month growth at Maseno. Biotechnology, Agronomy, Soc. and Environment.3: 237-246.

Salisburry, F. B., andC. W. Ross. 1992. Plant Phisiology. Four Edition. Wodsworth Pub.Co. Belmont, California.

Sri Adiningsih, J., A. Sofyan., dan D. Nursyamsi. 2004. Lahan sawah dan Pengelolaannya. Dalam A.Adimihardja eds. Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Puslitbangtanak. Deptan Bogor. Halaman 98-126.

Sanchez, P. A. and B. A. Jama. 2000. Soil fertility replenishment takes off in East and Southern Africa. Intenational Symposium on Balanced Nutrient Management Systems for the Moist Savanna and Humid Forest zones of Africa.Held on 9 Oct 2000 in Benin, Africa. 32 pp.

Saragih, S.E. 2008. Pertanian Organik Solusi Hidup Harmoni dan Berkelanjutan. Penebar Swadaya. Jakarta. 156 hal.

Setroyini D., L.R. Widowati, S. Rochayati. 2010. Teknologi Pengelolaan Hara Lahan Sawah Intensifikasi. http//balittanah.litbang.deptan.go.id. 31 hal.




DOI: https://doi.org/10.25077/js.14.1.1-9.2017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.