SIFAT KIMIA TANAH DAN POPULASI KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros L.) STADIA PRADEWASA PADA BERBAGAI KEDALAMAN PENEMPATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT



DOI: https://doi.org/10.25077/jsolum.16.1.1-10.2019

Hafiz Fauzana *  (Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau)
Ayubi Alfasiri (Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau)
Nelvia Nelvia (Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau)

(*) Corresponding Author

Abstract


Oil palm is a very significant industrial plant in producing vegetable oils that require high levels of nutrients in its cultivation. Cultivation of oil palm yield can produce industrial waste, the oil palm empty trunks (TKKS) which have the potential to supply nutrients to oil palm land. The placement of empty trunks at various depths is expected can give effect to the population of Oryctes rhinoceros L pre-adult stage and chemical soil properties. This research was conducted on oil palm plantation in PT. Perkebunan Nusantara V Sei Galuh Tapung, Kampar, Riau from July to October 2017. The aim of this research is to examine the effect of empty trunks placement against the Oryctes rhinoceros L population development and chemical soil properties. This research was done using a randomized experiment design complete with the treatment of the depth empty trunks placement (placement of oil palm empty trunks on the ground at the depth of 10 cm, 20 cm, and 30 cm) which is repeated four times. The observed parameters include the population of infestation of Oryctes rhinoceros L (population of eggs, larvae and pupae) and soil chemical properties (soil pH, C-organic, N-total, P-total and K-total). The results showed that empty trunks placed below the surface at various depths affected the Oryctes rhinoceros L population. Placement of TKKS depth in the soil cannot be infested by Oryctes rhinoceros L. Placement of empty trunks at the depth of the soil tends to increase pH (from very acidic categories to acidic categories) and total K (from the low category to very high category), is not effected on C-organic and N-total and can reduce P-total (from the very high category to the high category) if compared to the placement of empty trunks on the ground.

Key words : Chemical Soil properties, Oryctes rhinoceros L., Oil palm Empty trunks, Soil depth

Copyright (c) 2019 Hafiz Fauzana, Ayubi Alfasiri, Nelvia Nelvia


Full Text:

PDF

References


Afandi, F. N., B. Siswanto. dan Y. Nuraini. 2015. Pengaruh pemberian berbagai jenis bahan organik terhadap sifat kimia tanah pada pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar di entisol ngrangkah pawon, Kediri. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 2 (2) : 237-244.

Alexander, Z. 1997. Introduction to Soil Microbiology. Cornell University. New york.

Amin, M., C. Hanum dan Charlog. 2015. Kandungan hara tanah dan tanaman kelapa sawit menghasilkan terhadap pemberian tandan kosong kelapa sawit (tkks) dan kedalaman biopori. Jurnal Online Agroekoteknologi 3 (2). 558-563.

Antari, R., Wawan, dan G. M. E. Manurung. 2013. Pengaruh Pemberian Mulsa Organik Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah serta Pertumbuhan Akar Kelapa Sawit. Skripsi Jurusan Agroteknologi Universitas Riau. Pekanbaru. (Tidak dipublikasikan).

Bedford, G. O. 1981. Control of the rhinoceros Beetle by Baculovirus in h.d. Burgess (ed.), Microbial Control of Pest and Plant Diseases 1970-1980. Academic Press, New York.

Chapman, R. F., S.J. Simpson and A.E. Douglas. 2013. The Insect Structure and Funcion. Cambriedge University Press. New York.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2016. Statistik Perkebunan Indonesia. Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta.

Handoko, J., H. Fauzana dan A. Sutikno. 2017. Populasi dan Intensitas serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan. Jurnal online mahasiswa. 4 (1).

Hastuti, B. P. 2009. Pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai teh kompos pada tanaman selada. Buletin Ilmiah Instiper 16 (1): 6-14.

Jesus, J. A. D. 2012. Pemanfaatan Tandan Kosong dan Abu Janjang Kelapa Sawit Sebagai Amelioran terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq.) di Pembibitan Utama. Tesis Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor (Tidak dipublikasikan)

Kamarudin, N., M.B. Wahid and R. Moslim. 2005. Environmental factors affecting the population density Of Oryctes rhinoceros in a zero-burn oil palm replant. Journal of Oil Palm Research (17): 53-63.

Minardi, 2006. Peran Asam Humat dan Fulvat dari Bahan Organik dalam Pelepasan P Terjerap pada Andisol. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang. (Tidak dipublikasikan).

Naibaho, P. M. 1995. Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

Nuriyanti, D.D., I. Widhiono. dan A. Suyanto. 2016. Faktor-faktor ekologis yang berpengaruh terhadap struktur populasi kumbang badak (Oryctes rhinoceros L. ) Jurnal Biosfera. 33 (1). 13-21.

Pujiastuti, Y. 2010. Tingkat populasi dan kebugaran Oryctes rhinoceros L (Coleoptera : Scarabaeidae) di perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Prosiding Seminar Nasional Penelitian bidang Pertanian Palembang.

Balai Penelitian Tanah. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Putri, A.M.S., Suryani dan N. Widyorini. 2016. Hubungan tekstur sedimen dengan kandungan bahan organik dan kelimpahan makrozoobenthos di muara sungai banjir kanal timur Semarang. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology 12 (1): 75-80.

Sahputra , R. Wawan dan E. Anom. 2016. pengaruh kedalaman muka air tanah dan bahan organik terhadap ketersediaan hara dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di lahan gambut. Jurnal Online Mahasiswa 3 (1): 1-15.

Saibi, N. Dan A.R. Tolangara. 2017. Dekomposisi serasah avecennia lanata pada berbagai tingkat kedalaman tanah. Jurnal Techno 06 (01): 55-63.

Sasauw, A., J. Manueke dan D. Tarore. 2017. Populasi larva Oryctes rhinoceros (Coleoptera: Scarabeidae) pada beberapa jenis media peneluran di perkebunan kelapa Kecamatan Mapanget Kota Manado. Cocos 1 (1).

Stevenson, F.T. 1982. Humus Chemistry. John Wiley and Sons. Newyork.

Sulasih dan Rahmat. 2007. Aktivitas fosfatase dan pelarutan kalsium fosfat oleh beberapa bakteri pelarut fosfat. Biodiversitas 8 (1): 23-26.

Ullyta, A., I.T. Mahbub dan H. Nasution. 2017. Dampak Aplikasi Mulsa TKKS terhadap Sifat Tanah dan Perakaran Kelapa Sawit di Kebun PT. Sari Aditya Loka 1, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sorolangun. Skripsi Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Jambi (Tidak dipublikasikan).

Wardani, N. 2017 Perubahan iklim dan pengaruhnya terhadap serangga hama. Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi Untuk Ketahanan Pangan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Lampung.

Yunindanova, M.B., H. Agusta dan D. Asmono. 2013. Pengaruh tingkat kematangan kompos tandan kosong sawit dan mulsa limbah padat kelapa sawit terhadap produksi tanaman tomat (Lycopersicon esculentum mill.) Pada tanah ultisol. Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 10 (2). 91-100.


StatisticsArticle Metrics

This article has been read : 910 times
PDF file viewed/downloaded : 21 times

Copyright (c) 2019 Hafiz Fauzana, Ayubi Alfasiri, Nelvia Nelvia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN: 2356-0835