KLASIFIKASI BEBERAPA SUMBER BAHAN ORGANIK DAN OPTIMALISASI PEMANFAATANNYA SEBAGAI BIOCHAR

Sismiyanti Sismiyanti, Hermansah Hermansah, Yulnafatmawita Yulnafatmawita

Abstract


Optimalisasi pemanfaatan bahan organik akan dapat dilakukan dengan mengetahui kualitas bahan organik tersebut. Kualitas bahan organik tidak hanya ditentukan oleh kandungan hara, namun juga kecepatan pelapukannya yang dilihat dari kandungan lignin, nisbah C/N, C/P, dan C/S.  Pengujian terhadap 24 jenis sumber bahan organik di Kota Padang ini telah dilakukan pada bulan November 2016-April 2017 di laboratorium kimia tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan bahan organik berdasarkan kandungan haranya, menentukan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber biochar, dan mengkaji karakteristik dari biochar yang dihasilkan.  Parameter analisis bahan organik meliputi kadar air, C-total, N-total, P-total, K-total, C/N, C/S, C/P, dan kadar lignin.  Parameter analisis biochar meliputi kadar air,  kandungan N-total, C-total, P-total, K-total, S-total C/N, dan kadar abu. Dua puluh empat (24) sumber bahan organik yang tersedia, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan kandungan haranya bahan organik  ini diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : a)  bahan organik berkualitas tinggi, yang terdiri dari:  tithonia, krinyuh, gamal, kiambang, widelia, paku resam, azola, enceng gondok, alang-alang, jerami kacang tanah, jerami kedele, jerami jagung, kulit kakao, pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, dan kulit jengkol, dan b) bahan organik berkualitas rendah yang dinyatakan berdasarkan kadar lignin, C/N, C/P dan C/S  yang tinggi, yang terdiri dari : jerami padi, sekam padi, pelepah kelapa sawit, tongkol jagung, tandan kosong kelapa sawit, ampas tebu, ampas kelapa sawit, dan serbuk gergaji. Bahan organik berkualitas rendah yang dioptimalkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan biochar adalah jerami padi, sekam padi, dan tandan kosong kelapa sawit, dengan karakteristik kimia biochar yang dihasilkan memiliki C-total (28,86%), N-total (1,27%), P-total (0,28%), K-total (0,76%), S-total (0,21%), kadar abu (25,42%), C/N (22,72), C/P (103,07), dan C/S (137,43).

Kata kunci : bahan organik, biochar.


Full Text:

PDF

References


Atmojo, S. W. 2003. Peranan Bahan Organik terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. [Pidato Pengukuhan]. Surakarta. Sebelas Maret University Press. 35 hal. http://suntoro.staff.uns.ac.id [diakses 23 Mei 2017].

Cooperband, L. 2002. Building Soil Organic Matter with Organic Amendments. Center for Integrated Agricultural Systems. University of Wisconsin-Madison. pp 16.

Hairiah, K., Widianto, S.R. Utami., D. Suprayogo, Sunaryo., S.M. Sitompul., B. Lusiana., R. Mulia., M.V. Noorwijk., dan G. Cadish. 2000. Pengelolaan Tanah Masam Secara Biologi; Refleksi Pengalaman dari Lampung Utara. International Centre For Research in Agroforestry. Bogor.

Komarayati, S., Gusmailina., dan G. Pari. 2012. Arang dan Cuka Kayu: Produk Hasil Hutan Bukan Kayu untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman dan Serapan Hara. Penelitian Hasil Hutan 31 (1): 49-62.

Liu, X. B., X.Y. Zhang,. Y.X Wang,. Y.Y Sui,. S.L. Zhang,. S.J. Herbert., dan G. Ding. 2010. Soil Degradation: a Problem Threateningthe Sustainable Developmentof Agriculture in Northeast China. Plant Soil Environ 56 (2): 87-97.

Maftu’ah, E. dan D. Nursyamsi. 2015. Potensi berbagai Bahan Organik Rawa sebagai Sumber Biochar. Seminar Nasional Masyarakat Biodiv Indonesia. 1(4) : 776-781.

Mawardiana, Sufardi., dan E. Husen. 2013. Pengaruh Residu Biochar dan Pemupukan NPK terhadap Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Padi Musim Ketiga. Konservasi Sumber Daya Lahan I(1): 16-23.

Palm, C.A., C.N. Gachengo., R.J. Delve., G. Candisch And K.E. Giller. 2001. Organic input for soil fertility management and tropical agroecosystem: Aplication of an organic resource data base. Agriculture, Ecosystem and Environment 83: 27-42.

Pardono. 2011. Potensi Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia sebagai Sumber Nutrisi Bagi Tanaman Berdasarkan Kecepatan Dekomposisinya (Studi Kasus di Desa Sobokerto Boyolali Jawa Tengah). Agrivor 4 (2):80-85.

Santi, L. P dan D. H. Goenadi. 2012. Pemanfataan Biochar asal Cangkang Kelapa Sawit sebagai Bahan Pembawa Mikroba Pemantap Agregat. Buana Sains 12 (1): 7-14.

Saputra, A. R. T., L. Rahmawati., D. Budianta., dan S. J. Priatna. 2016. Serapan Nitrogen pada Pertumbuhan Padi (Oriza Sativa L.) dengan Pemberian Biochar di Lahan Rawa Lebak. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal. Palembang.

Stevenson, F. T. 1982. Humus Chemistry. John Wiley and Sons, Newyork.

Supriyadi, S. 2008. Kandungan Bahan Organik sebagai Dasar Pengelolaan Tanah di Lahan Kering Madura. Embriyo 5 (2): 176-183.

Yulnafatmawita, Adrinal, A. F. Daulay. 2008. Pengaruh Pemberian beberapa Jenis Bahan Organik Terhadap Stabilitas Agregat Tanah Ultisol Limau Manis. Solum 5(1): 7-13.

Yulnafatmawita., A. Saidi., Gusnidar., Adrinal., dan Suyoko. 2010. Peranan Bahan Hijauan Tanaman dalam Peningkatan Bahan Organik dan Stabilitas Aggregat Tanah Ultisol Limau Manis yang Ditanami Jagung (Zea mays, L.). Solum 7 (1): 37-48.

Yuwono, M. 2008. Dekomposisi dan Mineralisasi beberapa Macam Bahan Organik. Agronomi 12 (1): 1-8.




DOI: https://doi.org/10.25077/jsolum.15.1.8-16.2018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Solum